Makalah Ilmu Sosial Dasar "Pendidikan, masyarakat, dan kebudayaan"
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan
merupakan satu kesatuan yang mempunyai hubungan yang sangat kuat dalam
kehidupan sehari-hari. Hubungan tersebut berupa permasalahan-permasalahan
penduduk yang didalamnya, seperti pendataan penduduk, pemindahan penduduk,
pertumbuhan penduduk, kesehatan, tenaga kerja, keluarga berencana, ekonomi,
social dan sebagainya seiring berkembangnya teknologi dan perubahan pola pikir
masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok manusia
yang mendiami wilayah tertentu yang didalamnya terdapat peraturan-peraturan
yang telah dibuat dan dipatuhi. Penduduk adalah sekelompok orang yang menetap
disuatu wilayah tertentu dan dalam ruang tertentu yang didalamnya terbentuk
masyarakat diwilayah tersebut. Kebudayaan diartikan sebagai suatu hasil karya manusia untuk
melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian
menjadisesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia (
masyarakat ) tersebut.
Jadi, hal yang mengenai penduduk,
masyarakat, dan kebudayaan sangat bepengaruh terhadap pertumbuhan penduduk,
perkembangan sosial dan perkembangan kebudayaan di lingkungan masyarakat.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan penduduk?
2.
Apa yang dimaksud dengan masyarakat?
3.
Apa yang dimaksud dengan kebudayaan?
4.
Apa masalah yang dihadapi oleh
penduduk?
5.
Bagaimana hubungan antar masalah
penduduk dengan kebudayaan?
C. Tujuan
Masalah
1.
Mengetahui tentang penduduk dan
permasalahan yang ada
2.
Mengetahui tentang masyarakat
3.
Mengetahui tentang kebudayaan
4.
Mengetahui hubungan antar masalah
penduduk dengan kebudayaan
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Penduduk
dan Permasalahan
1. Pengertian
Penduduk
Penduduk
adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Indoesia selama enam
bulan atau lebih atau kurang dari enam bulan yang bertujuan untuk menetap di
wilayah tersebut. Pengertian penduduk dalam arti luas, penduduk atau populasi
berarti sejumlah makhluk sejenis yang mendiami atau menduduki tempat tertentu
misalnya pohon bakau yang terdapat pada hutan bakau, atau kera yang menempati
hutan tertentu. Kaitannya dengan manusia, pengertian penduduk adalah manusia
yang mendiami dunia atau bagian-bagiannya (Ruslan H.Prawiro, 1981 : 3).
Pengertian penduduk dalam ilmu sosiologi adalah kumpulan manusia yang menempati
wilayah geografi dan ruang tertetu. Berdasarkan UUD 1945 pasal 26 ayat 2 “
Penduduk adalah Warga negara Indonesia dan Orang Asing yang bertempat tinggal
di Indonesia.
2. Pertumbuhan
Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah
perubahan populasi sewaktu-waktu,
dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah
populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada
semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara
informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk
merujuk pada pertumbuhan penduduk
dunia. Model pertumbuhan penduduk meliputi Model
Pertumbuhan Malthusian dan model logistik. Pertumbuhan penduduk di suatu
wilayah di pengaruhi oleh faktor-faktor demografi yaitu:
a. Kelahiran
(Fertilitas)
Fertilitas
dalam pengertian demografi adalah kemampuan riil seorang wanita untuk
melahirkan. (Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi UI “Dasar-dasar demografi” :
7). Kelahiran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
penduduk di suatu negara.
Secara umum angka kelahiran
dibedakan menjadi 3 yaitu angka kelahiran kasar, khusus dan umum. Angka
kelahiran kasar (Crude Birth Rate/CBR) adalah angka yang menunjukkan banyaknya
kelahiran bayi setiap 1000 penduduk. Angka kelahiran kasar dapat dihitung dengan
rumus :
CBR= L/P
x 1000
Angka kelahiran khusus (Age Specific
Birth Rate/ ASBR) yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran bayi setiap
1000 penduduk wanita pada kelompok umur tertentu. Angka kelahiran khusus dapat
dihitung dengan rumus :
ASBR= Li/Pi x 1000
Angka kelahiran umum (General
Fertility Rate/GFR) yaitu angka yang menunjukkan banyakknya kelahiran setiap
1000 penduduk berusia 15-4 tahun dalam 1 tahun. Angka kelahiran umum dapat
dihitung dengan rumus :
GFR= L/(W(15-49))x1000
Keterangan :
CBR : angka
kelahiran kasar
ASBR : angka kelahiran
khusus
GFR : angka
kelahiran umum
L : jumlah
kelahiran selama 1 tahun
P : jumlah
penduduk pada pertengahan tahun
Li : jumlah
kelahiran dari wanita pada kelompok umur tertentu
Pi : jumlah
penduduk wanita umur tertentu pada pertengahan tahun
W(15-49) : jumlah penduduk wanita umur 15-49 pada
pertengahan tahun
b. Kematian
(Mortalitas)
Mortalitas adalah peristiwa
menghilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen yang bisa terjadi
setiap saat setelah kelahiran hidup. (Ida Bagoes Mantra, “Demografi Umum”, 2000
: 115). Secara umum angka kematian dibedakan menjadi 3 yaitu angka kematian
kasar dan khusus. Angka kematian kasar (Crude Death Rate/CDR) adalah angka yang menunjukkan banyaknya
kematian setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun. CDR dapat dihitung
menggunakan rumus :
|
Angka kematian khusus (Age Specific Death Rate/ASDR) adalah
angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1000 penduduk pada golongan
umur tertentu dalam waktu satu tahun. ASDR dapat dihitung dengan rumus :
|
c. Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk
dengan tujuan untuk menetap disuatu tempat ke tempat lain melampaui batas
politik,negara ataupun batas administrative/batas bagian dalam suatu negara.
Jadi migrasi diartikan sebagai perpindahan penduduk yang relative permanen dari
suatu daerah ke daerah lain. (Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi UI
“Dasar-dasar demografi” :9).
Menurut Everett S Lee ada 4 yang
menyebabkan orang mengambil
keputusan
untuk melakukan Migrasi yaitu:
- Faktor-faktor yang terdapat didaerah
asal.
- Faktor-faktor yang terdapat ditempat
tujuan.
- Faktor-faktor yang menghambat.
-
Faktor-faktor pribadi
Terdapat Jenis-Jenis Migrasi yaitu :
· Remigrasi adalah perpindahan penduduk untuk
kembali ke tanah asalnya semula. Misalnya, karena sudah tua, seseorang kembali
ke daerah asalnya agar setelah mati dapat dikubur di daerah asalnya.
· Imigrasi adalah perpindahan penduduk dan
negara asing untuk menetap dan menjadi warga negara di negara yang baru
didatanginya. Misalnya, seseorang dari Indonesia pindah ke Amerika Serikat.
Bagi Amerika Serikat orang tersebut disebut imigran.
· Evakuasi adalah perpindahan atau pengungsian
penduduk dari tempat tinggalnya karena gangguan keamanan/bencana. Misalnya,
korban bencana alam.
· Emigrasi adalah pindahnya sekelompok
penduduk atau perorangan dari suatu negara ke negara lain. Misalnya, orang
Indonesia yang menetap di Jepang. Bagi Indonesia disebut emigran, bagi Jepang disebut imigran.
· Forensen
(nglaju) adalah
orang yang tinggal di desa (luar kota), tetapi mempinyai mata pencaharian di
kota sehingga setiap hari pulang pergi dalam perjalanan. Hal itu disebabkan
oleh sulitnya perumahan di kota. Misalnya, banyak orang bekerja di Jakarta,
tetapi bertempat tinggal di luar Jakarta.
· Turisme adalah perjalanan ke daerah-daerah
pariwisata. Misalnya, orang yang berwisata ke daerah wisata, seperti Bali,
Danau Toba, Borobudur, dan Tana Toraja.
· Week end (berakhir pekan) adalah kegiatan
bepergian ke luar kota pada akhir minggu untuk menghirup udara segar. Misalnya,
orang Jakarta berakhir pekan ke Puncak, Jawa Barat.
3. Struktur
Penduduk
Struktur
penduduk terdiri dari 3 jenis yang tergambar dalam bentuk piramida penduduk.
Piramida penduduk adalah grafik mendatar yang menyajikan data kependudukan
dalam bentuk diagram batang yang menunjukkan komposisi penduduk menurut umur
dan jenis kelamin. Tersusun dari garis atau koordinat vertikal yang digunakan
untuk menyatakan golongan umur. Dimulai dari umur 0–4, 5–9, dan seterusnya
hingga usia maksimal yang bisa dicapai oleh penduduk di suatu wilayah.
Jenis
kelamin laki-laki di sebelah kiri, sedangkan golongan perempuan di sebelah
kanan. Garis horizontal digunakan untuk menunjukkan jumlah, biasanya dalam
jutaan, tetapi tergantung pada kuantitas penduduk. Ketiga bentuk piramida penduduk adalah
sebagai berikut.
a. Piramida
Penduduk Muda (Expansive)
Suatu
wilayah yang memiliki angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang
rendah sehingga daerah ini mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Piramida
ini dicirikan sebagian besar penduduk masuk dalam kelompok umur muda. Contohnya
adalah negara-negara yang sedang berkembang, misalnya Indonesia, Malaysia,
Filipina, dan India. Ciri-ciri komposisi penduduk ekspansif antara lain sebagai
berikut.
- Jumlah penduduk usia muda (0–19 tahun) sangat besar, sedangkan usia tua sedikit.
- Angka kelahiran jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian.
- Pertumbuhan penduduk relatif tinggi.
- Sebagian besar terdapat di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Republik Rakyat Cina, Mesir, dan India.
b. Piramida
Penduduk Stasioner
Bentuk
piramida penduduk ini menggambarkan tingkat kelahiran yang hampir sama dengan
tingkat kematian atau bersifat stasioner. Pertumbuhan penduduk cenderung tetap.
Piramida ini menunjukkan jumlah penduduk muda, dewasa, dan tua hampir sama.
Contoh: bentuk piramida penduduk Jepang dan Singapura serta beberapa negara
yang tergolong maju. Ciri-ciri komposisi penduduk stasioner antara lain sebagai
berikut.
o Perbandingan jumlah penduduk pada
kelompok usia muda dan dewasa relatif seimbang.
o Tingkat kelahiran umumnya tidak
begitu tinggi, demikian pula dengan angka kematian relatif lebih rendah.
o Pertumbuhan penduduk kecil.
o Terdapat di beberapa negara maju
antara lain Amerika Serikat, Belanda, dan Inggris.
c. Piramida
Penduduk Tua (Constructive)
Bentuk
piramida penduduk ini menggambarkan tingkat kelahiran yang lebih rendah dari
tingkat kematian atau bersifat konstruktif. Penurunan tingkat kelahiran yang
tajam menyebabkan pertumbuhan penduduk mengalami penurunan. Piramida penduduk
ini memiliki umur median (pertengahan) sangat tinggi. Contoh: piramida penduduk
negara Jerman, Belgia, dan Swiss. Ciri-ciri komposisi penduduk konstruktif
antara lain sebagai berikut.
o Jumlah penduduk usia muda (0–19
tahun) dan usia tua (di atas usia 64 tahun) sangat kecil.
o Jumlah penduduk yang tinggi
terkonsentrasi pada ke lompok usia dewasa.
o Angka kelahiran sangat rendah,
demikian juga angka kematian.
o Pertumbuhan penduduk sangat rendah
mendekati nol, bahkan pertumbuhan penduduk sebagian mencapai tingkat negatif.
o Jumlah penduduk cenderung berkurang
dari tahun ke tahun.
o Negara yang berada pada fase ini,
antara lain Swedia, Jerman, dan Belgia.
Berikut ini contoh bentuk piramida penduduk.
B.
Rasio Ketergantungan
Rasio Ketergantungan (Defendency
Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk umur 0-14 tahun, ditambah
dengan jumlah penduduk 65 tahun ke atas (keduanya disebut dengan bukan angkatan
kerja) dibandingkan dengan jumlah pendduk usia 15-64 tahun (angkatan kerja).
Rasio ketergantungan (dependency
ratio) mempunyai kegunaan sebagai indikator
yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah
tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Dependency ratio
merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin tingginya
persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang harus
ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum
produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang
semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk
yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif maupun yang tidak
produktif.
C. Kebudayaan
1. Pengertian
Kebudayaan
Kata budaya atau kebudayaan
berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal
manusia. Dalam bahasa Inggris,
kebudayaan disebut culture,
yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan, dapat diartikan sebagai
mengolah tanah atau bertani. Jadi secara umum pengertian kebudayaan adalah
suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok
orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi yang bersifat abstrak dan
kompleks.
2. Kebudayaan
Hindu, Budha, dan Islam
Perwujudan
akulturasi kebudayaan hindu, budha dan islam dapat dilihat melalui bidang
kalender . Indonesia
telah mengenal sistem kalender sebelum datangnya pengaruh Hindu-Buddha dari
India. Pada saat itu, kalender Indonesia menggunakan penghitungan satu pekan.
Satu pekan terdiri atas lima dan tujuh hari. Kedua penghitungan itu digunakan
bersama-sama. Dengan berkembangnya kalender India, kedua kalender itu dipadukan
menjadi kalender Saka yang dilengkapi dengan hari pasaran (pon, wage,kliwon,
legi, dan pahing).
Perwujudan akulturasi dalam sistem kalender jelas terlihat
pada zaman Mataram Islam. Raja Mataram Sultan Agung pada saat itu memutuskan
bahwa negara Mataram secara resmi tidak menggunakan kalender Saka, tetapi juga
tidak menggunakan kalender Hijriah. Namun, yang dipergunakan adalah kalender
Saka yang diperbarui. Dalam kalender itu, angka tahunnya meneruskan angka tahun
Saka, tetapi penghitungan kalender mengambil dari kalender Hijriah, yaitu
sistem bulan. Kalender baru ini berlaku pada tanggal 8 Juli 1633, bertepatan
dengan tanggal 1 Muharam 1403 H. Jadi, kalender baru dimulai pada tanggal 1
Suro 1555 dan tahun itu disebut tahun Jawa.
3. Kebudayaan
Barat
Kebudayaan di Indonesia dan di barat
sangat berbeda mulai dari agama, bahasa, mata pencaharian, kesenian, gaya hidup
da sebagainya. Hal tersebut tidak lepas dari sejarah dan Seiring dengan kemajuan
teknologi, dan informasi, hubungan, dan saling keterkaitan
kebudayaan-kebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Masuknya kebudayaan
barat di Indonesia mempunyai dampak positif dan negative bagi bangsa.
Contohnya seperti di benua Afrika
beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa, seperti
kebudayaan Sub-Sahara. Sementara itu, wilayah Afrika Utara lebih banyak
terpengaruh oleh kebudayaan Arab, dan Islam.
BAB III
ANALISIS
Penduduk
adalah sekelompok orang yang menetap disuatu wilayah tertentu dan dalam ruang
tertentu yang didalamnya terbentuk masyarakat diwilayah tersebut. Suatu wilayah
dengan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat menimbulkan banyak permasalahan
didalamnya yang menyebabkan perubahan social budaya dimasyarakat. Perubahan
tersebut dapat berupa perubahan positif atau negative. Perubahan social dapat
terjadi jika suatu kebudayaan bercampur dengan kebudayaan lainnya.
Permasalahan
penduduk bangsa saat ini adalah menurunnya mata uang Indonesia di dunia, Hal ini
menyebabkan masalah besar bagi Indonesia. Kejadian ini berpengaruh terhadap
pembangunan ekonomi di Indonesia yang menyebabkan banyaknya perusahaan yang
rugi untuk itu perusahaan mengurangi jumlah pekerja sehingga makin banyaknya
pengangguran dan kemiskinan. Hal tersebut menyebabkan perubahan perilaku dan
pola pikir masyarakat yang sebelumnya masyarakat mempunyai pekerjaan sekarang
masyarakat tidak mempunyai pekejaan yang menuntut mereka untuk lebih hemat dan
mengurangi budaya berfoya-foya Permasalahan tersebut dapat menentukan angka
ketergantungan terhadap masyarakat.
REFERENSI
sumberbelajar.belajar.kemdikbud.go.id
Komentar
Posting Komentar