Metode Penelitian dan Falsafah Ilmu Pengetahuan
METODE
PENELITIAN
Pengertian metode
penelitian menurut beberapa para ahli yaitu :
1. Menurut Sugiyono (2010:2) menyatakan bahwa “metode
penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan
tujuan dan kegunaan tertentu”.
2. Menurut I Made Wiraartha (2006:68)
menyatakan bahwa “suatu cabang ilmu pengetahuan yang membicarakan atau
mempersoalkan cara-cara melaksanakan penelitian (yaitu meliputi
kegiatan-kegiatan mencari, mencatat, merumuskan, menganalisis sampai menyusun
laporan) berdasarkan fakta-fakta atau gejala-gejala secara ilmiah”.
3. Menurut Furchan (2007) menyatakan bahwa
“metode penelitian merupakan strategi umum yang dianut dalam pengumpulan dan
analisis data yang diperlukan untuk menjawab persoalan yang dihadapi”.
Pengertian
metode penelitian dapat disimpulkan bahwa “ suatu cara, proses atau langkah-langkah
yang sistematis untuk mengatasi masalah dari sebuah penelitian “.
Adapun macam-macam
metode penelitian mengacu pada bentuk penelitian, tujuan, sifat masalah dan
pendekatannya terdapat 4 metode penelitian yaitu:
1. Metode Eksperimen (Uji coba) yaitu penelitian
untuk menguji apakah variable-variabel eksperimen efektif atau tidak dengan
menggunakan variabel control
2. Metode Verifikasi (pengujian) yaitu untuk menguji
seberapa jauh tujuan yang sudah ditentukan tercapai dengan harapan atau teori
yang sudah baku
3. Metode Deskriptif (mendeskripsikan) yaitu
metode yang digunakan untuk mencari unsur-unsur, ciri-ciri sifat-sifat suatu fenomena yang dimulai dengan
mengumpulkan, menganalisis dan menginterprestasikannya.
4. Metode Historis (merekontruksi) yaitu metode
penelitian yang meneliti sesuatu yang terjadi di masa lampau.
FALSAFAH ILMU PENGETAHUAN
Ilmu
pengetahuan adalah sekumpulan pengetahuan yang disusun secar sistematis dan
runtut melalui metode ilmiah. Metode ilmiah atau metode penelitian adalah suatu
cara, proses atau langkah-langkah yang sistematis untuk mengatasi masalah dari
sebuah penelitian. Sebelum terlahirnya ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan
mempunyai syarat-syarat atau dimensi yang memiliki objek dan metode ilmiah. Syarat-syarat
tersebut adalah sebagai berikut :
1. Aspek ontologis yaitu aspek yang berhubungan
dengan apa yang ingin diketahui, apa yang dipikirkan atau yang menjadi masalah
dengan kata lain berhubungan dengan objek studi
2. Aspek estimologis yaitu aspek yang
berhubungan dengan bagaimana ilmu mempelajari objek studinya dengan metode
ilmiah yang pada dasarnya gabungan antara pola pikir induktif dan deduktif
disebut “Logico-hypotetico-verifikatif atau deducto-hypotetico-verifikatif”
3. Aspek aksiologis berhubungan dengan nilai
guna ilmu atau manfaat ilmu yang bisa dilihat secara positif dan normative.
Secara
garis besar, ilmu pengetahuan terbentuk melalui proses dan tahapan dimulai dari
ilmu mempelajari fenomena, selanjutnya fenomena-fenomena tersebut
diabstraksikan menjadi konsep dan variabel, konsep dan variabel tersebut
dipelajari hubungannya berbentuk proporsi yang sifatnya berbentuk proporsi yang
sifatnya berbentuk hipotesis-hipotesis, hipotesis yang dibentuk diuji secara empiric
menjadi fakta, jalinan fakta dalam kerangka penuh arti membentuk suatu teori
yang dijadikan sebagai ilmu.
Ilmu
pengetahuan berkembang melalui suatu proses Scientific Research yang dimulai
dengan observasi, identifikasi masalah, kerangka teoritik, hipotesis,
konsep-konsep definisi operasional, rancangan penelitian, pengumpulan data,
analisis data, interprestasi data, dan pengembangan teori. Ilmu mempunyai
fungsi yang bermanfaat yaitu mendeskripsikan, menjelaskan, memprediksi, dan mengendalikan.
Selain ilmu mempunyai fungsi, ilmu juga mempunyai karakteristik yaitu rasional,
logis, objektif, dan terbuka, untuk itu seorang ilmuan harus memiliki syarat
empiris, rasionalisme, sikap ingin tahu, skeptik, kritis, objektif dan fre from
etique.
Pada
hakikatnya ilmu mempunyai komponen-komponen yaitu adanya teori, fenomena, dan
konsep. Struktur terjadinya ilmu pengetahuan dimulai dengan adanya konsep dasar
yang didalamnya terdapat paradigma aksioma, adanya pengetahuan yang didalamnya
terdapat data-data, adanya proses ilmiah menggunakan ontologis, epistimologis, atau
aksiologis. Adanya ilmu pengetahuan yang didapat dari dalil-dalil, hokum-hukum,
dan teori-teori, selanjutnya adanya pedoman atau landasan yang dapat dilihat
dari kebijakan atau pedoman pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah.
Filsafat
ilmu merupakan pengetahuan tentang hakikat kebenaran suatu ilmu. Filsafat mempelajari
akal budi manusia yang mempunyai rasa keingin tahuan sangat besar. Ada 3 cara
pendekatan yang digunakan untuk memperoleh kebenaran yaitu :
1. Penemuan kebenaran melalui pendekatan wahyu
maksudnya adalah pendekatan mutlak (absolute), pendekatan ini didasari oleh
keyakinan dan kepercayaan yang kebenarannya tidak perlu dipertanyakan dan diuji
lagi.
2. Penemuan kebenaran melalui pendekatan
non-ilmiah maksudnya adalah penemuan kebenaran pengetahuan tidak selalu melalui
prosedur dan proses ilmiah tetapi diperoleh melalui akal sehat, kebetulan,
intuitif, trial and eror , otoritas dan kewibawaan.
3. Penemuan kebenaran melalui pendekatan akal
sehat.
Pendekatan ini kurang diterima kebenaran
ilmiahnya menurut Kerlinger (1992:4-8) pertama disebabkan penggunaan
teori-teori dan konsep-konsep dalam pengertian yang longgar. Kedua, hasil
pengujian hipotesis secara selektif karena semata-mata cocok dengan
hipotesisnya. Ketiga, kurang memperhatikan kendali atau kontrol terhadap
sumber-sumber pengaruh di luar yang dipersoalkan. Keempat, dalam menjelaskan
hubungan antar fenomena-fenomena tidak begitu tajam dan kurang hati-hati.
4. Penemuan
kebenaran melalui pendekatan kebetulan maksudnya adalah penemuan kebenaran
diperoleh secara ilmiah yang dalam prosesnya ditemukan secara kebetulan.
5. Penemuan kebenaran melalui pendekatan trial
and error maksudnya adalah penemuan kebenaran dilakukan oleh manusia secara
aktif dengan cara mengulang-ulang pekerjaanya sampai ditemukan suatu kebenaran
tertentu.
6. Penemuan kebenaran melalui pendekatan
intuitif diperoleh melalui proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan
proses berfikir ilmiah.
7. Penemuan kebenaran melalui pendekatan
otoritas dan kewibawaan muncul pertanyaan-pertanyan dari orang yang mempunyai
sifat otoritas dan wibawa.
8. Penemuan kebenaran melalui pendekatan ilmiah
maksudnya adalah kebenaran diperoleh dari proses berfikir dan prosedur ilmiah.
Komentar
Posting Komentar