Standar Manajemen

Materi 5
STANDAR MANAJEMEN
Standar adalah suatu keterangan, spesifikasi, persyaratan-persyaratan, norma-norma yang diterima dan diakui oleh pemakai,  berupa suatu dokumen formal yang menciptakan kriteria, metode, proses, teknik dan praktik-praktik dalam menjalankan suatu kegiatan. Manajemen adalah proses yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dengan cara berorganisasi.
Jadi, standar manajemen adalah suatu metode, struktur, spesifikasi, syarat, norma-norma yang diatur oleh suatu kelompok atau organisasi untuk dijalankan agar tercapai suatu tujuan tertentu. Standar manajemen terdapat beberapa standar yang diguanakan oleh perusahaan secara nasional maupun internasional seperti standar manajemen mutu, ISO 9000, Sistem manajemen produksi TQM, Six Sigma, standar manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, OSHAS 18000, dan sistem manajemen lingkungan ISO 14000.
1.      Standar manajemen mutu, ISO 9000, Sistem manajemen produksi TQM, Six Sigma
    Standar manajemen mutu  adalah suatu keterangan proses, aturan-aturan yang didalamnya mengenai mutu atau standar manajemen mutu bisa disebut dengan standar mutu. Standar mutu adalah spesifikasi teknik yang telah dibakukan berdasarkan konsensus dan pihak-pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat kesehatan, pengalaman dan perkembangan IPTEK. Standar mutu digunakan untuk mencapi tujuan mutu yang baik dan konsisten. Sistem mutu atau QMS (Quality Management System) adalah seluruh kegiatan yag berhubungan dengan mutu suatu produk dimulai dari identifikasi sampai dengan kepuasan konsumen. Standar manajemen mutu mencakup standar IS0 9000 yang mengatur tentang mutu secara keseluruhan dan prinsip-prinsip penting.
Prinsip-prinsip manajemen mutu yaitu fokus kepada pelanggan, kepemimpinan, pendekatan proses, peningkatan, pengambilan keputusan berbasis bukti dan manajemen hubungan. Untuk mencapai sistem mutu yang baik dan efektif, diperlukan kegiatan pengendalian mutu selama produksi dan setelah produksi.
          Standar ISO 9000 adalah persyaratan sistem mutu yang harus dipenuhi oleh perusahaan, yang menekankan pada sistem pembuatan produk sesuai dengan kepuasan pelanggan. ISO 9000 merupakan nomor acuan seri standar nasional yang membahas tentang “Sistem Manajamen Mutu”. Contoh ISO 9000 di Indonesia yaitu SNI-19-9000, di Australia AS 39000, di Malaysia MS 9000. ISO 9000 mencakup tentang kebijakan mutu, manajemen mutu, sistem mutu, pengendalian mutu, dan jaminan mutu. Kebijakan mutu berisi tujuan organisasi yang berkaitan dengan mutu dan secara formal dinyatakan oleh pimpinan. Sistem mutu mencakup tentang struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses dan sumber daya untuk menerapkan manajemen mutu. ISO di perlukan perusahaan karena dalam kegiatan peningkatan bisnis perlu dilandasi oleh sistem yang konsisten dan efisien.
Penerapan iso terbagi menjadi 2 yaitu kontraktual dan nonkontraktual. Kontraktual maksudnya adalah perusahaan menerapkan standar sistem manajemen mutu untuk memenuhi permintaan konsumen atau dari luar perusahaan.  Acuan standar kontraktual meliputi :
·         ISO 9001 yang digunakan untuk menjamin mutu pada desain, pengembangan, produksi, instalasi dan pelayanan. Standar ini biasanya digunakan oleh pihak perusahaan manufakur yang memproduksi sendiri produknya.
·         ISO 9002 digunakan untuk persyaratan jaminan mutu bagi produksi dan instalasi. Standar ini biasanya digunakan oleh perusahaan yang spesifikasi produknya ditentukan oleh pihak lain
·         ISO 9003 digunakan untuk menjamin inspeksi dan pengujian akhir seperti pengujian laboratorium, kalibrasi, dan distributor peralatan dari pemasok.
Nonkontraktual maksudnya adalah perusahaan menerapkan standar sistem manajemen mutu untuk inern perusahaan. Acuan standarnya yaitu ISO 9004 mencakup elemen-elemen pokok yang mempengaruhi sistem jaminan mutu seperti manajemen, pemasaran, pengadaan, tindakan perbaikan, pemanfaatan SDM, faktor keamanan produk dan pemakaian metode statistik.
          Sistem manajemen produksi TQM (Total Quality Manajemen) diperkirakan muncul tahun1980 dri Jepang yang memerapkan peningkatan kualitas secara terus menerus dam mulai berkembang tahun1990. TQM adalah peningkatan kualitas barang dan jasa untuk meningkatkan kepuasan pelanggan yang digunakan perusahaan dalam strategi jangka panjang. TQM terdapat pemikiran-pemikiran yang dapat diterapkan oelh perusayaan meliputi:
·         Kualitas harus dapat dikemdalikan
·         Kualtas versi pelanggan harus diperhatikan
·         Manajemen memberikan kepemimpinan dalam melakukan manajemen mutu
·         Kualitas ditingkatkan secara terus menerus sebagai strategi perusahaan
·         Peningkatan kualitas merupakan tanggung jawab setiap perusahaan
·         Mengurangi proses perbaikan
·         Standar kualitas tanpa cacat
·         Kualitas harus bisa diukur.
          Six Sigma berasal dari kata six yang artinya 6 dan Sigma satuan dari standard deviasi dengan simbol (σ). Sig sixma merupakan gabungan dari konsep TQM dan Statistical Process Control (SPC), konsep tersebut berasal dari pemikiran pakar-pakar seperti Deming, Ishikawa, Walter Shewhart dan Crossby. Semakin tinggi six sigma semakin baik kualitasnya dan semakin rendah tingkat kecacatan dan kegagalannya. Six sigma merupakan metodologi dalam sistem manajemen yang digunakan untuk melakukan upaya perbaikan dan peningkatan proses secara terus menerus. Six sigma terdapat 5 tahapan dalam penyelesain masalah dikenal sebagai metode DMAIC, tahapannya adalah define, measure, analysis, improve dan control.
2.     Standar Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, OHSAS 18000
Standar manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang digunakan adalah OHSAS 18000 yaitu standar internasional yang menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan atau tempat kerja.
OHSAS 1800 diakomodasikan untuk pengendalian operasioanal proses yang aman untuk pekerja. Dalam proses produksi sangat berpengaruh terhadap biaya pekerja dan citra perusahaan. Perusahaan banyak menggunakan OHSAS 18000 untuk mendorong penerapan keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan prosedur yang mengharuskan perusahaan mengidenifikasi dan mengendalikan risiko bahaya keselamatan dan kesehatan di tempat kerja, memperbaiki kinerja dan citra perusahaan.
3.     Sistem Manajemen Lingkungan ISO14000
Standar manajemen lingkungan yang digunakan adalah ISO 14000 yaitu standar yang mengatur mengenai lingkungan dan energi yang tugasnya untuk mengawasi lingkungan supaya tidak rusak. ISO 14000 digunakan untuk organisasi dan industri untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan.


Latihan
1.     Seluruh kegiatan yag berhubungan dengan mutu suatu produk dimulai dari identifikasi sampai dengan kepuasan konsumen, merupakan pengertian dari ...
a.    Standar Manajemen mutu*
b.    Six Sigma
c.    SMK3
d.    ISO 14000
2.    TQM singkatan dari
a.    Total Quantity Manajemen
b.    Total Quality manajemen*
c.    Top Quality Manajemen
d.    Top Quantity Manajemen
3.    Standar yang digunakan dalam sistem manajemen k3 adalah ...
a.    ISO 9000
b.    ISO 14000
c.    OHSAS 18000*
d.    ISO 90001
4.    Standar yang digunakan dalam sistem manajemen lingkungan adalah
a.    ISO 9000
b.    ISO 14000*
c.    OHSAS 18000
d.    ISO 90001
5.    Standar yang digunakan dalam sistem manajemen mutu adalah
a.    ISO 9000*
b.    ISO 14000
c.    OHSAS 18000
d.    ISO 90001

Sumber :

standarpangan.pom.go.id/.../C1_Sistem_Manajemen_Mutu_-_ISO_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BAB 8 : Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat

Makalah Ilmu Sosial Dasar "Pendidikan, masyarakat, dan kebudayaan"

ORGANISASI PROFESI DAN KODE ETIK PROFESI